Google

Minggu, 26 Juni 2011

Memahami Sosok Pandawa & Kurawa di Tubuh Manusia

Pernahkah Anda mendengar nama Pendawa Lima? Sesuai dengan namanya, maka sosok Pendawa juga berjumlah 5 orang. Mereka adalah Yudhistira, Bima/Werkudara, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Bagi para pelaku spiritual, umumnya sudah mengetahui adanya jagad ageng (alam semesta) dan jagad alit (yang ada dalam tubuh manusia). Bahkan bagi pelaku spiritual juga sudah memahami bahwa dalam jagad alit tersebut juga terdapat jagad ageng. Biasanya pengenalan itu berlanjut dengan menggulung jagad ageng ke dalam jagad alit.

Nah, berkaitan dengan menggulung jagad ageng ke dalam jagad alit, maka para pelaku spiritual juga akan memahami bahwa sosok-sosok pendawa lima yang disebutkan di atas juga terdapat dalam tubuh kita. Bisa juga diartikan bahwa Pendawa lima merupakan simbol yang diberikan GUSTI ALLAH pada manusia. Bahkan setiap manusia memiliki Pendawa Lima di dalam tubuh mereka masing-masing. Dimanakah posisi sosok-sosok Pandawa Lima itu dalam tubuh manusia?

Yudhistira - sebagai pemimpin Pandawa - adalah merupakan simbol dari OTAK manusia. Dapat diartikan bahwa manusia itu dipimpin oleh otaknya. Jika ingin hidup tenang dan mulia maka pergunakanlah otak kita untuk berpikir dan mencapai derajad ketenangan dalam hidup.

Bima/Werkudara - sosok kedua Pandawa - adalah sosok yang tinggi besar dan penuh keberanian. Sosok Bima tersebut merupakan simbol dari MATA manusia. Apabila seseorang memandang orang lain dengan tajam, maka ia akan tampak lebih berani menghadapi kehidupan ini. Siapa orang yang nggak merasa takut jika kita dipelototi oleh orang lain?

Arjuna - Sosok Arjuna juga dikenal sebagai sosok penengah Pandawa. Dimana lokasi Arjuna dalam tubuh manusia? Arjuna dikenal sangat gemar untuk bertapa, menyendiri, bersamadhi. Ia senantiasa rajin untuk mengheningkan ciptanya di hutan-hutan belantara. Nah, sosok Arjuna tersebut juga ada dalam diri tepatnya di HATI KECIL setiap manusia atau yang umum disebut hati nurani. Manusia diharapkan untuk senantiasa mendengarkan hati kecilnya guna memahami kebenaran dalam hidup ini. Hati kecil manusia tidak pernah berbohong. Ia akan senantiasa mengatakan sejujurnya seperti perilaku Arjuna.

Nakula dan Sadewa - adalah sosok Pandawa yang kembar. Hal itu adalah merupakan simbol dari kembarnya BUAH ZAKAR (pelir) manusia laki-laki dan INDUNG TELUR bagi perempuan. Tanpa adanya buah zakar maka manusia tidak akan pernah bisa membuahi pasangannya guna memiliki keturunan. Buah Zakar sangat penting untuk menyebarkan benih-benih keturunan manusia.

Timbul pertanyaan, jika sosok-sosok Pandawa Lima dapat disimbolkan dalam tubuh manusia, bagaimana dengan sosok Kurawa?

Seperti diketahui Kurawa adalah berjumlah 100 orang. Sosok Kurawa tersebut dikenal sebagai sosok yang bersifat negatif. Mereka suka menghasut, menimbulkan kebencian, menciptakan rasa iri dan dengki dan lain-lain yang memiliki sifat negatif. Dimanakah sosok-sosok Kurawa tersebut dalam tubuh manusia? Sosok Kurawa itu berada dalam HATI BESAR manusia. Hati besar manusia senantiasa dipenuhi dengan sifat-sifat negatif dan hawa nafsu yang senantiasa membuat kerusakan.

Nah, dari keterangan di atas dapat diambil kesimpulan, bagaimana manusia bisa menonjol sifat-sifat negatif dalam diri mereka, karena HATI KECIL sebagai tempat Arjuna harus berperang melawan HATI BESAR sebagai tempat Kurawa. Oleh karena itu, manusia kebanyakan lebih suka mendengarkan hati besarnya saja karena hati kecil hanya ada satu orang yaitu Arjuna yang harus menghadapi sosok 100 orang Kurawa.

6 komentar:

kancil mengatakan...

gan tolong di follow punya ku http://duniakancil.blogspot.com

Merbabu NingraT mengatakan...

Itu hanya ilmu "jarwodhosok" othak-athik matuk gan. Sunan Kalijogo menciptakan wayang (bayangan) dengan puncak serita keagungan paling agung paling sakti adalah Jimat Kalimashada (kalimah shahadat) yg konon pemegangnya (Puntodewa) tidak akan bisa mati sebelum bisa membacanya dan kok anehnya Puntodewa ketemu Sunan Kalijogo dan setelah bisa membaca Kalimashada di Gua Kiskendha baru meninggal (1500 M). Essensi wayang adalah sarana pembentukan wadah "komunikasi massa" dalam dakwah Islam, jadi tidak perlu di-othak-athik begitu, "MUSRYIK" Gan.. kunjungi Kawruh Kejawen di "Merbabu ningraT's Blog... ditunggu.

eko mengatakan...

orang yang memberi koment diatas tidak mengerti asal mulanya dari mana biarkan berbicara...kita orang jawa makan dari tanah jawa buata apa percaya ajaran dari tanah tandus yang tidak bisa di tanami apa2....maklum orang bento....ada tambahan kl bikin tulisan jangan di gabung2kan ajaran tanah tandus itu...orang2 bento blm bisa menerima itu....sabar bos..

ADE mengatakan...

benar bos
saya mendukung mas eko, sejatinya kejawen ya murni jawa jangan di campur sama pendangan 2, dari negara asing..............

ADE mengatakan...

saya setuju dg pendapat mas eko, namanya ilmu kejawen ya bener2 dari tanah jawa jangan di campur aduk sama alilran2 lain apa lagi yang dari luar negri...tetap semangat bos kami mendukung selalu

Anonim mengatakan...

Kabeh ora perlu ribet sing Penting sing waras ngalah ojo melu kepangan marang ucape liyan opo kang dipahami iku mung faham marang pahame dewe sing durung paham yo been semangat. Gan