Google

Wednesday, March 10, 2010

'Membaca' Pesan Ghaib Ki Ageng Mangir



Dhandhang Gula

Sasadara huwus panglong iki / Parandene mancorong baskara
Sumelet kelet panase / Kabeh wong padha bingung
Salang tunjang angkara sirir / Ananging kang pinanggya
Geni mulad murub / Bumi bengkah luru tumbal
Tan kawilang kehing layon nggondhol tangis / Nuswantara kantaka

Dhuh, dhuh, adhuh Risang Maha Yekti
Abdi muja konjuk Maha Wikan / Krama galana hambeke
Mulat karuganipun / Bumintara kawula dasih
Tuwahing lampah tama / Kawarna pra luhur
Lumembat sang sinatriya / Tentrem ayem tata titi kuswa rukmi
Mandhireng mulya jaya

Punapa ta badhe klampah malih / Pralayane prabu Dharmawangsa
Tanapi sirna ilange / Majalungga karuhun
Mawut ambyar talining asih / Putra anglaga bapak
Kadang dados satru / Sadayanipun punika
Krana polah wiyasaning gatra wangsi / Angugung durangkara
Kang kajangka dening pra winasis / Nagri mami kalungge sapendhah

Wong jawa ilang jawane / Nyingkur pepakon luhung
Wusanane ibu Pratiwi / Rumaos yen katilar
Datan den pailu / Dhuh Gusti Sang Murbeng jagad
Mugi krenan paring lejar lan udani / Dhumateng abdi nDika
Nadyan amba wus kamuksan jati / Kapiyandhem satuti ngastawa
Maring napi kula wngse / Ndeek angudar simpul
Kinthung silung kapugut yekti / nanging abdi paduka
Jalma punggung cubluk / pramilanta nyuwun wucal
Kados pundi lampahing pambudi / sumangga mawarsita

Sinom

1 . Ingsun pranataning jagad/ maha welas maha asih
Tanpa wates tuhu tresna / tumrap titah kang ngabekti
Lan setya angugemi / marang angger dhawuh Ingsun
Fhuh nguni Ingsun serat / ing watu loh cacah kalih
Sun paringke marang Musa dhutaning wong

Marwa hawya melang driya / Ingsun krenan ngijabahi
Panyuwun umat Ingwang / Nuswantara bakal bangkit
Tandane jaman iki / timbul titah sipat rasul
Sumrambah ing bawana / kanthen asta ngesthi Gusti
Tanpa pamrih ider warih tirta marta

Tiga Tipe Manusia


Hidup ini adalah sebuah misteri. Meski hidup ini sebuah misteri, maka tidak harus kita manusia yang hidup di dunia ini menyerah begitu saja dan membiarkan misteri tersebut tetap sebagai sebuah misteri. Namun, kita dituntut untuk terus mencari dan mencari berbagai misteri dalam hidup ini.

Manusia itu digolongkan menjadi tiga tipe. Tipe pertama, adalah manusia yang 100% percaya dengan logika. Artinya, jika melihat sesuatu yang diluar nalar, mereka pasti akan mencari jawaban dan menghubungkan jawaban tersebut untuk bisa masuk otaknya. Kebanyakan manusia tipe seperti ini cenderung untuk bertingkah-laku sesuai kehendak hatinya, asalkan masuk di otaknya.

Tipe yang kedua adalah manusia yang 100 persen percaya dengan hal-hal yang diluar logika. Umumnya tipe manusia seperti ini menganggap bahwa hidup itu selalu dipengaruhi oleh hal-hal ghaib. Tipe manusia seperti ini senantiasa cenderung malas untuk berpikir selain memikirkan hal-hal yang ghaib. Contohnya, bila usahanya tengah bangkrut, maka ia akan berpikir bahwa ada orang lain yang 'menutup' usahanya dengan cara ghaib. Maka, ia pun akan mencari penyelesaiannya dengan cara ghaib pula.

Sedangkan tipe yang ketiga adalah tipe manusia yang 50 persen menggunakan logikanya dan 50 persen lagi menggunakan hati nuraninya. Umumnya, manusia yang bertipe seperti ini cenderung lebih awas. Ia akan tahu kapan harus menggunakan logikanya, dan kapan harus menggunakan hati nuraninya. Manusia yang bertipe seperti itu akan lebih dapat menggunakan 'roso'-nya dibandingkan dengan dua tipe manusia sebelumnya.

Nah, kini pertanyaan yang muncul, tipe manusia seperti apakah kita ini? Apakah selalu menggunakan logika 100 persen, ataukah selalu menggunakan pemikiran terhadap Ghaib 100 persen,ataukah tipe manusia yang ketiga yang tahu kapan harus menggunakan logika dan kapan harus menggunakan hati nurani? Hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Yang jelas, sebagai panduannya, bukankah kita ini hidup di alam realita yang harus menggunakan logika, sementara kita juga diwajibkan mengenal GUSTI ALLAH yang nyata-nyata GUSTI ALLAH itu memiliki sifat ghaib.