Google

Jumat, 04 Maret 2011

Hakekat Ngelmu

Sugih ilmu lan sekti. Ngelmu lan kasekteni iku ora kanggo pribadi, nanging kanggo nulung marang sapada-pada.(Doktrin Abadi Warok Ponorogo)

(Kaya ilmu dan sakti. Mencari ilmu dan kesaktian itu bukan untuk pribadi, tetapi untuk menolong sesama.)

Semua yang ada pada diri manusia itu pada hakekatnya adalah untuk menolong sesama manusia. Bukan malah mencederai, melukai atau bahkan membunuh.

Ngelmu sendiri berasal dari kata angel tinemu (sulit untuk didapatkan). Jadi seorang pelaku spiritual tidak akan semudah itu untuk menemukan ilmu sejati dan ilmu kesaktian. Mereka harus melalui berbagai rintangan dan halangan.

Jika ilmu sejati dan ilmu kesaktian tersebut didapatkan, maka mereka memiliki kewajiban untuk menolong sesama manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di muka bumi. Jika mereka kaya dengan ilmu tersebut, dan tidak mengamalkannya untuk sesama manusia, maka sia-sialah apa yang telah didapatkannya.

Titipan

Biasanya seorang pelaku spiritual akan diuji oleh GUSTI ALLAH setelah mereka mendapatkan ilmu sejati maupun ilmu kesaktian. Umumnya yang tidak kuat menyandang ilmu tersebut akan merasa adigang, adigung, adiguna.

Satu hal yang patut diingat bahwa ilmu yang diperoleh oleh setiap manusia bukanlah atas kehebatan manusia itu sendiri. Tetapi semua itu merupakan 'titipan' GUSTI ALLAH. Dan jika tidak waspada, maka 'titipan' itu akan menjadi belati yang menikam diri manusia itu sendiri. Oleh karena itu, waspadalah.   

Tidak ada komentar: