Google

Sabtu, 22 Desember 2007

Sedulur Papat Antara Kejawen dan Islam



Keberadaan kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Semenjak pertama kali kita diturunkan ke alam dunia lewat rahim ibu, Tuhan sudah menitahkan adanya penjaga-penjaga yang senantiasa mendampingi kita hidup di alam dunia. Dan sesuai dengan perintah Tuhan, para penjaga-penjaga itu dengan setia senantiasa berada di sekeliling kita.



Bagi orang Jawa, khususnya orang yang memahami tentang Kejawen, adanya para penjaga tersebut dikenal dengan sebutan “Sedulur Papat”. Siapa saja Sedulur Papat itu? Sedulur papat yang dikenal masyarakat yang memahami Kejawen adalah:
1. Kakang Kawah (Air Ketuban)
2. Adhi Ari-Ari (Ari-ari)
3. Getih (Darah)
4. Puser (Pusar)

Kakang Kawah
Yang disebut dengan Kakang Kawah adalah air ketuban yang menghantarkan kita lahir ke alam dunia ini dari rahim ibu. Seperti kita ketahui, sebelum bayi lahir, air ketuban akan keluar terlebih dahulu guna membuka jalan untuk lahirnya si jabang bayi ke dunia ini. Lantaran air ketuban (kawah) keluar terlebih dulu, maka masyarakat Kejawen menyebutnya Kakak/Kakang (saudara lebih tua) yang hingga kini dikenal dengan istilah Kakang Kawah.

Adhi Ari-Ari
Sedangkan yang disebut dengan adhi ari-ari adalah ari-ari jabang bayi itu sendiri. Urutan kelahiran jabang bayi adalah, air ketuban terlebih dulu, setelah itu jabang bayi yang keluar dan dilanjutkan dengan ari-ari. Karena ari-ari tersebut muncul setelah jabang bayi lahir, maka masyarakat Kejawen biasanya mengenal dengan sebutan Adhi/adik Ari-ari.

Getih
Getih memiliki arti darah. Dalam rahim ibu selain si jabang bayi dilindungi oleh air ketuban, ia juga dilindungi oleh darah. Dan darah tersebut juga mengalir dalam sekujur tubuh si jabang bayi yang akhirnya besar dan berwujud seperti kita ini.

Puser
Istilah Puser adalah sebutan untuk tali pusar yang menghubungkan antara seorang ibu dengan anak yang ada dalam rahimnya. Dengan adanya tali pusar tersebut, apa yang dimakan oleh sang ibu, maka anaknya pun juga ikut menikmati makanan tersebut dan disimpan di Ari-Ari. Disamping itu, pusar juga digunakan oleh si jabang bayi untuk bernapas. Oleh karena itu, hubungan antara ibu dengan anaknya pasti lebih erat lantaran terjadinya kerjasama yang rapi untuk meneruskan keturunan. Semuanya itu atas kehendak dari Gusti Allah Yang Maha Kuasa.

Ketika seorang jabang bayi lahir ke dunia dari rahim ibu, maka semua unsur-unsur itu keluar dari tubuh si ibu. Unsur-unsur itulah yang oleh Gusti Allah ditakdirkan untuk menjaga setiap manusia yang ada di muka bumi ini. Maka bila masyarakat Kejawen hingga kini mengenal adanya doa yang menyebut saudara yang tak tampak mata itu secara lengkap yaitu
“KAKANG KAWAH, ADHI ARI-ARI, GETIH, PUSER, KALIMO PANCER”.


Pancer
Lalu siapakah yang disebut dengan istilah Pancer? Yang disebut dengan istilah Pancer itu adalah si jabang bayi itu sendiri. Artinya, sebagai jabang bayi yang berwujud manusia, maka dialah pancer dari semua ‘saudara-saudara’nya yang tak tampak itu.

Kesamaan Dengan Islam
Antara ajaran Kejawen dengan Islam ada kesamaannya. Dalam Islam disebutkan bahwa setiap manusia dijaga oleh malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Tuhan. Siapa saja malaikat-malaikat itu? Malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Gusti Allah untuk setiap manusia itu antara lain, Jibril, Mikail, Izroil dan Isrofil.

Nah, kesamaan antara ajaran Kejawen dan Islam tersebut yakni Kakang Kawah yang disebutkan sebagai pembuka jalan si jabang bayi, itu di Islam dianggap sama dengan Jibril (Penyampai Wahyu). Malaikat Jibril lah yang membuka jalan bagi keselamatan sang bayi hingga lahir ke dunia.

Sedangkan Adhi Ari-ari yang disebut-sebut di dalam ajaran Kejawen, di dalam Islam dianggap sama dengan Mikail (Pembagi Rezeki). Karena lewat Ari-Ari itulah si jabang bayi dapat hidup dengan sari-sari makanan yang didapatkan dari seorang ibu.

Sementara Getih (darah) , bagi orang Kejawen, pada pemahaman orang Islam dianggap sama dengan keberadaan malaikat Izroil (pencabut nyawa). Buktinya, jika tidak ada darahnya, apakah manusia bisa hidup?

Yang terakhir adalah Puser. Dalam pemahaman masyarakat Kejawen, Puser adalah sambungan tali udara (napas) antara sang ibu dengan anaknya. Nah, pada pemahaman Islam, Puser ini dianggap sama dengan Isrofil (Peniup Sangkakala). Meniup sangkakala menjelang kiamat Qubro (kiamat Besar) adalah dengan napas.

Oleh karena itu, kita wajib mengenali siapa penjaga-penjaga tak nampak yang sudah diperintahkan Gusti Allah untuk senantiasa mendampingi kita. Dengan kita mengenali keberadaan mereka, akhirnya mereka nantinya bisa mawujud (berwujud). Dan yang perlu diingat lagi, jika kita sudah melihat wujud mereka, maka hendaknya kita senantiasa memuji atas kebesaran Gusti Allah yang Maha Agung. Karena atas titah Gusti Allah-lah kita semua bisa hidup berdampingan dengan penjaga-penjaga yang disebut dengan Sedulur Papat, Kalimo Pancer.

8 komentar:

Anonim mengatakan...

terima kasih tulisannya sangat bagus

saya sangat ingin berjumpa dengan sedulur papat ato mungkin yang saya anggap dengan saudara halus.

tapi ketika saya menginginkannya dan membaca artikel untuk bertemu dengan mereka terkadang memakai sesaji. saya terkendala dengan pemikiran apa sesaji itu perbuatan syirik atau bukan. dan bagaimana agar kita bisa bertemu dengan mereka secara islam,

mhn maaf jika pertanyaannya ngelantur

hadi mengatakan...

sesaji memang mempunyai arti beda
tetapi yang saya tahu tanpa sesaji
pun kita bisa bertemu dan komunikasi dengan sedulur papat
intinya yakin dan minta ridho dari allh swt ada yang sudah membuktikan.

Anonim mengatakan...

sedulur papat kelimo pancer kuwi;
sipate menungso.........;
1.emosi
2.sabar
3.ihklas
4.meneng
sopo wonge iso ndadeke sifat2 papat mau dadi siji.
yoiku sing diarani SEDULUR PAPAT KE 5 PANCER.
akhire oleh pencerahan soko bathine dewe.........
"TRIMO ING PANDUM"

Anonim mengatakan...

Nrimo ing pandum, tingkatan tertinggi dalam ilmu hidup....

Bayu Pri mengatakan...

apakah sifat manusia hanya 4 itu, , .
inkang kulo kiambek dulur sekawan niku wau kulo dadoskan aken elemen air, api, angin, lan tanah. niku seng jagi manungso ing dunyo. sadar boten saget saking niku wau. amarga sadar niku nggeh nemune 0 dulur sekawan niku wau kulo dadoskan aken elemen air, api, angin, lan tanah. niku seng jagi manungso ing dunyo. sadar boten saget saking niku wau. amarga sadar niku nggeh nemune 0

AGZ CERAMICS mengatakan...

di bali di sebut dengan "kanda pat"
yang berarti saudara empat,dan empat tingkatan.
ada perbedaan nama dan gelar sesuai tingkat kesucian yang telah dicapai oleh saudara empat tsb,saya pernah menemukan beberapa kitab yang membahas tentang kanda empat sesuai tingkatan umur dan sepiritual seseorang, kitab tsb adalah:
1 kanda pat rare (yamg menjaga manusia/bayi sejak dalam kandungan)
2 kanda pat manuse (yang menjaga manusia waktu masih hidup)
3 kanda pat bhuta (yang menghubungkan manusia dengan alam semesta)
5 kanda pat dewa (yang membantu menghubungkan manusia dengan para dewa /merningkatkan sepiritual seseorang(ingat dalam konsep ajaran hindu tuhan ada didalam diri.))

semoga bermanfaat

Silsilah Qsuwoeng mengatakan...

sangat menambah ilmu dan wawasan kita semua matur suwun ...

su wari mengatakan...

sugeng dalu derek nyangkruk lare puju wetan tanah jowo...Ilmu sejati yang saya tahu memang sedulur papat limo pancer,..menurut jawi kuno..lahirnya jabang bayi mengikuti dua perkara...antara pasaran dan hari,pasaran jumlahnya ada lima,legi,wage,paing,pon kliwon..
minggu sampai sabtu,pasaran ada 5 hari ada 7 jumlahnya ada 12 , laaa .. jika yang mendampingi atau yg nunggu manusia hanya 5 apa mingkin akan mencapai titik 0 ,sedangkan untuk mencapai 0 itu harus lengkap/ genap berjumlah 12 , jika tidak lengkap apa mungkin bisa "manunggal" utowo sing di arani ning ...nuwun