Google

Minggu, 13 Juni 2010

Memahami Shalat Daim

Sebelum kita memahami Shalat Daim, ada baiknya kita memahami apa sebenarnya arti dari kata Shalat itu. Arti daripada shalat adalah mengingat-ingat GUSTI ALLAH (Dzikrullah) di waktu duduk, berdiri dan melakukan aktivitas dalam kehidupan ini. Sedangkan kata Daim itu memiliki arti terus-menerus ataupun tak pernah putus.

Jadi, jika kedua kata itu digabungkan maka Shalat Daim itu berarti mengingat-ingat GUSTI ALLAH tanpa pernah putus. Atau Dzikrullah secara terus menerus. Salah satu contoh dari Shalat Daim dapat kita tauladani dari sejarah saat Sunan Bonang menggembleng Raden Mas Syahid sebelum bergelar Sunan Kalijaga.

Saat itu Sunan Bonang sudah mengajarkan apa yang dinamakan Shalat Daim pada Raden Mas Syahid. Bagaimana Shalat Daim itu? Pertama kali Sunan Bonang menyuruh Raden Mas Syahid untuk duduk, diam dan berusaha untuk mengalahkan hawa nafsunya sendiri.

Menurut ajaran dari Sunan Bonang, Shalat Daim itu hanya duduk, diam, hening, pasrah pada kehendak GUSTI ALLAH. Raden Mas Syahid tidak disuruh untuk dzikir ataupun melakukan ritual apapun. Apa rahasia dibalik duduk diam tersebut? Cobalah Anda duduk dan berdiam diri. Maka hawa nafsu Anda akan berbicara sendiri. Ia akan melaporkan hal-hal yang bersifat duniawi pada diri Anda. Hal itu semata-mata terjadi karena hawa nafsu kita mengajak kita untuk terus terikat dengan segala hal yang berbau dunia.

Awalnya, orang diam pikirannya kemana-mana. Namun setelah sekian waktu diam di tempat, akal dan keinginannya akhirnya melemas dan benar-benar tidak memiliki daya untuk berpikir, energi keinginan duniawinya lepas dan lenyap. Dalam kondisi demikian, manusia akan berada dalam kondisi nol atau suwung total. Karena ego dan hawa nafsu sudah terkalahkan.

Demikian juga dengan kondisi Raden Mas Syahid ketika bertapa di pinggir kali. Ia hanya pasrah dan tidak melakukan ritual apapun. Hanya diam dan hening. Hingga akhirnya Sunan Kalijaga bertemu dengan GURU SEJATINYA.

“BADANKU BADAN ROKHANI, KANG SIFAT LANGGENG WASESA, KANG SUKSMA PURBA WASESA, KUMEBUL TANPA GENI, WANGI TANPA GANDA, AKU SAJATINE ROH SAKALIR, TEKA NEMBAH, LUNGO NEMBAH, WONG SAKETI PADA MATI, WONG SALEKSA PADA WUTA, WONG SEWU PADA TURU, AMONG AKU ORA TURU, PINANGERAN YITNA KABEH….”

Lewat Suluk Wujil, Sunan Bonang sudah menjelaskan perihal Shalat Daim yaitu

UTAMANING SARIRA PUNIKI,
ANGRAWUHANA JATINING SALAT,
SEMBAH LAWAN PUJINE,
JATINING SALAT IKU,
DUDU NGISA TUWIN MAGERIB,
SEMBAH ARANEKA,
WENANGE PUNIKU, LAMUN ARANANA SALAT,
PAN MINANGKA KEKEMBANGING SALAT DAIM, INGARAN TATA KRAMA.

(Keutamaan diri ini adalah mengetahui HAKIKAT SALAT, sembah dan pujian. Salat yang sesungguhnya bukanlah mengerjakan salat Isya atau maghrib (shalat 5 waktu). Itu namanya sembahyang. Apabila disebut salat, maka itu hanya hiasan dari SALAT DAIM, hanya tata krama).

Shalat sejati tidak hanya mengerjakan sembah raga atau tataran syariat mengerjakan sholat lima waktu. Shalat sejati adalah SHALAT DAIM, yaitu bersatunya semua indera dan tubuh kita untuk selalu memuji-Nya dengan kalimat penyaksian bahwa yang suci di dunia ini hanya Tuhan: HU-ALLAH, DIA ALLAH. Hu saat menarik nafas dan Allah saat mengeluarkan nafas.

Lebih lanjut Sunan Bonang juga menjelaskan tentang cara melakukan Shalat Daim lewat Suluk Wujil, yaitu

PANGABEKTINE INGKANG UTAMI,
NORA LAN WAKTU SASOLAHIRA,
PUNIKA MANGKA SEMBAHE MENENG MUNI PUNIKU,
SASOLAHE RAGANIREKI,
TAN SIMPANG DADI SEMBAH,
TEKENG WULUNIPUN,
TINJA TURAS DADI SEMBAH,
IKU INGKANG NIYAT KANG SEJATI, PUJI TAN PAPEGETAN.

(Berbakti yang utama tidak mengenal waktu. Semua tingkah lakunya itulah menyembah. Diam, bicara, dan semua gerakan tubuh merupakan kegiatan menyembah. Wudhu, berak dan kencing pun juga kegiatan menyembah. Itulah niat sejati. Pujian yang tidak pernah berakhir).

32 komentar:

sUduT hATi mengatakan...

nuwun sewu,nyuwun penjelasan :
1.bisakah kita mencapai shalat daim tanpa melalui shalat syariat yg 5 waktu?
2.ketika seseorang sudah sampai pada tingkat shalat daim,bolehkah ia tinggalkan shalat syar'i yg 5 waktu itu? (dlm perspektif kejawen)

kejawen mengatakan...

Shalat 5 waktu itu merupakan dasar sebagai ilmu syariat. Lha wong namanya saja sudah dasar yang tidak bisa ditinggalkan. Sebuah ilmu yang tinggi tidak akan dapat melupakan dasarnya. Kalau lupa akan dasarnya, maka bangunan tersebut akan rapuh dan mudah hancur.

dianto mengatakan...

saya setuju dengan kejawen dan memang banyak man faat nya hingga dunia akhirat

dianto mengatakan...

saya setuju dengan kajawen dan saya bisa merasakan hasil nya

dianto mengatakan...

aku bingung

andi.cahyono77 mengatakan...

Sunan kalijogo menemukan guru sejati.
BADANKU BADAN ROHANI DAN SETERUSNYA. Itu apa artinya ato terjemahan dalam bahasa indonesia

artivect_id mengatakan...

saya berusaha mengingat Allah..
tapi shalat saya jg banyak yg bolong2..
shingga saya jg selalu terjerumus kepada nafsu ketika dalam keadaan lupa..
dan ini adalah kesalahan saya meninggalkan dasar

saya jg baru tau klo dlam kjawen nama'a shalat daim..
dan saya rasa sangat bagus sekali

saya mau tanya..

knpa d Indonesia tidak di ajarkan sistem shalat ini pada pndidikan agama??
bukankah kalau hal ini diterapkan dan di ajarkan sejak kanak2..
Indoneia yang Qt cintai ini akan makmur, sejahtera,
tidak ada lagi ceritanya orang yang rajin shalat syariat, tapi juga rajin berjudi,
tidak ada lagi ceritanya orang yang rajin Shalat syariat, tapi juga rajin bergosip,
tidak ada lagi ceritanya orang yang rajin Shalat syariat, tapi juga rajin mencuri,
tidak ada lagi ceritanya orang yang rajin Shalat syariat, tapi main hakim sendiri..
tidak ada lagi ceritanya orang yang rajin Shalat syariat, tapi juga rajin melakukan pemboman dimana2..
tidak ada lagi ceritanya orang yang rajin Shalat syariat, memakai kopyah, cerdas dan cemerlang, bahkan memiliki kekuasaan dan menjabat sebagai menteri agama, tapi juga melakukan Korupsi..
naudzubillah..

jika Qt senantiasa mengingat Allah..
apakah mungkin Qt berani melakukan maksiat..
sedangkan Allah membenci hal tersebut..
Allah selalu berkehendak baik..
maka Qt harus ingat bahwa Allah menghendaki Qt melakukan hal2 baik..

saya usul..
(semoga saja dapat diterima)

alangkah baiknya jika shalat daim d ajarkan kepada generasi muda saat ini..
sehingga nantinya shalat yg dikerjakan benar2 shalat yang "shalat", yang tercermin dalam setiap kegiatan sehari2,
bukan sekedar shalat yang njungkel walik g jelas jluntrungane,,,

hehehe..
maafin Q y Admin..
komentar'a panjang..
Qt saling mendoakan saja agar kdepannya Qt bisa jadi lebih baik..

Assalamualaikum...

artivect_id mengatakan...

saya berusaha mengingat Allah..
yang dalam tulisan ini istilahnya shalat Daim..
tapi shalat 5 waktu saya juga jarang..
sehingga saya sering terjerumus kepada nafsu ketika dalam keadaan lupa..
saya menyadari ini kesalahan saya sendiri..

saya ingin bertanya..

mengapa konsep shalat Daim ini tidak diajarkan dalam pendidikan formal?

akan sangat bagus sekali jika generasi penerus bangsa ini mampu memahami makna shalat yg sbenarnya..
shingga g ada lagi ceritanya orang yang rajin Shalat syariat, tapi juga rajin bermain judi,
tidak ada lagi ceritanya orang yang rajin Shalat syariat, tapi juga rajin bergosip,
tidak ada lagi ceritanya orang yang rajin Shalat syariat, tapi juga maen hakim sendiri,
tidak ada lagi ceritanya orang yang rajin Shalat syariat, tapi juga rajin melakukan pemBOMan disana sini,
tidak ada lagi ceritanya orang yang rajin Shalat syariat, berkopyah, disegani, memiliki kekuasaan,tapi juga melakukan KORUPSI..
naudzubillah..

Saya usul..
(semoga saja diterima dg baik)

tidak berlebihan jika pendidikan agama Islam di indonesia menerapkan sistem shalat Daim.
tidak hanya itu, konsep kesadaran tinggi seyogyanya disertakan dalam semua mata pelajaran,,
sehingga generasi penerus dapat dengan baik memahami segala ilmu yang ia pelajari..

saya berterima kasih kepada Admin yang baik hati atas artikel yang bagus ini..
hehehe..

Qt saling mendoakan saja, semoga Qt menjadi pribadi yang lebih baik..
Shalat 5 waktu Yes !!
Shalat Daim YES! YES! YES !!!

wassalamualaikum..

Anonim mengatakan...

Sebaiknya sebelum sholat Daim, kita kuatkan sholat 5 waktu berjama'ah dulu, sholat-sholat sunatnya, baik rawatib, dhuha, tasbih, taubat dll, terutama sholat malam jangan ketinggalan (klo bisa jangan putus selama 111 malam). Terus biasakan dzikir Daim terus menerus jangan putus, setelah mantap dan dapat pengalaman bathin baru amalkan Sholat Daim. Ujug-ujug langsung amalkan Sholat Daim : BAHAYA MAS! Yang ngamalin nanti belum bisa bedakan "Tamu" yang datang, apakah "putih" atau "Hitam". Dan satu lagi yang penting, harus ada bimbingan dari seorang guru mursyid yang dapat bertanggung jawab.

Anonim mengatakan...

ASSALAMUALAIKUM WR. WB
Saya tertarik dan ingin ikut nambahi "unen-unen" Bunyi, swara, Kalam, le' ora unen-unen yo dadine "uneg-uneg" dalam blog ini karena sesungguhnya saya pribadi adalah orang tergo"blog" dialam mayapada ini, karena hanya sang hyang Gusti Allah sing Moho Agung, moho Luhur, Moho Suci lan Moho Langgeng Ing Jagad ini..
Pertama Sholat sudah diberikan oleh para "wali" yang nyebarkan islam di tanah "jawa" adalah untuk dasar manungso "beradab" kepada Gustinya, dengan suatu tatanan,hukum,aturan,adab,peradaban,guna mencapai keberhasihan dan serta kesucian diri mengahadapi kematian yang "abadi". mengapa islam dijawa perkembangannya sangat pesat? karena wong "jowo" iku negert "jawane", jadi dengan adab yang telah dilakukan nenek moyang kita dahulu kala,(maaf saya gak ikut punya nenek moyang karena saya gak ngerti nenek moyang saya sendiri,)dan bagi yang punya nenek moyang apalagi keturuna Brawijaya, keturunan Raden,Raden Mas,Putri Kencono, pasti sudah mendapatkan zat yang namanya ADAB=ADEB, jadi dengan demikian nenek moyang mereka (bukan saya)telah beradab Baik terhadap Alam,Sesama, Jin dan Malaikat(peri) sehingga memudahkan mereka menerima Ilmu (Kaweruh)yang Suci saking "Gusti Allah", dengan demikian sholat adalah dasar bagi agama islam karena ujungnya supaya "TAHU ADAB, TAHU DIRI", dengan kenal diri maka kenal akan Tuhannya" Tahu Cikal bakalnya maka WE-RUH lah ia TUHANNYA, dan memang agama ini bukan untuk diperjualbelikan dan di perdebatkan makanya adanya sholat daim karena sudah "Ning Nong", bukan orang yang sudah memegang sholat daim terus tidak memeperhatikan Alam,sekitarnya termasuk hablulminanas, tetapi mereka tidak mau berkelahi dengan "Tuhannya", karena "Sesunggahnya Allah berkehendak kepada siapa yang dikehendakinya". Makanya Islam di jawa beerkembang pesat setelah abad pertengahan apalagi para pembawa "ngelmu" adalah Ahlul BaitNYA maka dengan serta merta penggabungan dua kekuatan ARAB DAN JAWA menjadi "KLOP" Sitoe TEORI Sitoe PPAKTEK". Duduk pula pada orang-orang nomor 1 dijaman tau Orang Dalem Kerajaan, sebenarnya kalau kita lihat Untuk menjadi seorang "Raja", Apalagi masih jaman "BATU" itu jelas dipilih atau diangkat dari satu persaingan yang kuat baik, Jasad, Ilmu (Pengetahuan,Ngelmu,Digdaya)jelas mereka bukan orang yang "Lemah dan tidak Pinter (Berakal)" tetapi mereka itu adalah orang-orang nomor 1 Yang telah Menggunakan ADAB-NYA, yang telah kita ketahui bahwa itu tercerimin sampai sekarang ini yang intinya menjadi "Lakone Manungso" Dat,Sipat Asma, Afal, kalau sudah seperti nenek moyangkita yaitu Adabnya Datnya,sifatnya afalnya maka dengan mudah yang bersih itu akan Lungguh(Maqom) didalam Qalbu Bathiin seseorang. Jadi pada intinya Nenek moyang kita telah Membuktikan Bahwa "TAHU ADAB" adalah "TAHU DIRI", seperti pepatah "Wong Jowo Ra Ngerti Jawane",

Anonim mengatakan...

Tidak sepantasnya hal ini dibahas dalam teks.ilmu hakikat tak bisa dicampur dengan ilmu syariat, karna hal ini akan membuat kerancuan bagi yg belum paham benar...
org syariat hanya sholat karna tujuan ingin kaya/takut melarat/takut neraka/ingin surga...kalo hal ini karena syukur ya masih mending...tapi hakikat karna tujuan yang lebih dari itu....kalo membahas ilmu yang sekedar kulit dari tasawuf ya gpp, memeang pada dasarnya, hakikat manusia menuju ksana...

Anonim mengatakan...

Memang sbaiknya tdk dibahas tentang shalat Daim disini karena Daim ini butuh konsentrasi yg tinggi, pikiran harus nol. ini sulit dilakukan oleh para syariat karena terlalu banyak urusan dunia yang dipikirkan. Tapi tidak menutup kemungkinan ada para syariat yg memiliki kemampuan lebih atas ijin Allah bisa melakukannya, tentu dengan bimbingan seorang mursyid. orang ini termasuk orang2 terpilih karena kesungguhan niat ingin mengetahui/membuktikan sesuatu tentang kebenaran adanya Dzatullah sehingga orang spt ini akan paham pada akhirnya tentang siapa dirinya.

Anonim mengatakan...

HU...ALLAH....

Anonim mengatakan...

Aku tak tahu, kamu tak tahu, mereka tak tahu, semua tak tahu...

Anonim mengatakan...

ilmu ini hanya untuk yang mencari...
Kalau Allah belum memberikan petunjuk biar di bilangin 1000x orang itu ga bakalan mengerti karena ALLAH masih mengunci hati mereka,pendengaran mereka

effendy blogger.com mengatakan...

Assalalmu'alaikum, saya kaget ketika mendengar komentar saudara anak paman saya yang mengatakan kalau sudah sholat daim tidak perlu sholat lima waktu lagi, bahkan ketika ibunya saya ajak sholat, dia hanya mengatakan aku sudah sholat, nggak perlu solat lagi. saya memang tidak banyak memahmi ilmu agama, tapi saya berkeyakinan bahwa sholat lima waktu itu perluuuuuu dikerjakan, bukan hanya dingat-ingat saja, perlu dalam bentk gerakan yang semuanya mengandung hikmah. saya mohon kiranya pemsyarakatan sholat daim ini perlu kehati-hatian, bagi orang yang imannya masih setengah-setengah dapat dpastikan dia tidak akan pernah sholat lima waktu laagi. mhn maaf sebelumnya kalau komentar saya ini terlalu vulgar

Anonim mengatakan...

semuanya pada bilang "mengitngat Allah"
bagaimana sih, cara kalian mengingat Allah.. kalau kalian sendiri tidak pernah mengenalnya "Dzat" Nya yang suci itu,.
kalian mengingat hanya mengingat " nama-Nya" tidak bisa mengingat Dzat Nya yg suci tersebut...
Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim,, atau nabi2 yg lain, sebelum beribadah kepada Allah, Mereka mengenal Allah terlebih dahulu,. jadi sebelum kalian beribadah, kalian harus tau, dan mengenal.. Dzat Allah yg Maha Suci itu...

Anonim mengatakan...

Muslim hidup berdasarkan aturan, aturan hidup sudah ada di al-qur'an dan al-hadist, yang sebagian dari alqur'an sudah diterjemahkan dalam hadist. sholat 5 waktu perlu sholat da'im perlu duanya ga bisa ditinggalkan, sholat 5 waktu tertulis di alqur-an sholat dhaim pun tertulis didalm al-quran jika kita sudah tahu dan meninggalkan dua duanya hukumnya memang dosa. tp dosa itu bukan untuk disesali tapi diperbaiki. Pertanyaannya butuh kah kita sama Alloh? kalo ga butuh ngapain kita sholat.

Anonim mengatakan...

asalamualaikum saudaraku. saya sendiri adalah murid syeh husain alayidrus pemimpin tarekat naqsyabandiah wall kholidiah di bogor. menurut saya, berbicara tentang solat itu harus di sesuaikan dengan siapa kita bicara, apa lagi tentang solat yang wajib (bukan yang fardhu). sahabat rosul pernang bilang, ilmu itu ada dua, yang bisa aku sampaikan dan yang rahasia, jika aku menyampaikan yang rahasia maka putuslah leherku. tasawuf-pun ada 2,
1. tasawuf dalam syari'at
2. tasawuf dalam hakikat.
tasawuf dalam sayri'at mengidentikan syari'at dengan solat fardhu, tapi dalam hakikat, syari'at itu apa??! sehingga jika kita solat tanpa syariat itu tidak sah. dan semua itu rahasia, jika aku sampaikan maka putuslah tali silaturohmi dengan yang tidak paham. imam gozali perna bilang, biarlah ilmu ini terkubur, dan di temukan oleh orang2 yang mencarinya. wasalam.

HADARI mengatakan...

sholat diam.setuju...dg artian mengingat Allah terus menerus..
Mengingat keagunganNya...
Mengingat kekuasaanNya
jangan lupa..mengingat Allah juga berarti harus ..
Mengingat perintah dan laranganNya..
Diantara perintah Allah adalah..mengerjakan sholat (sembahyang) 5 waktu...
Kalaw kita meninggalkan sholat 5 waktu mana bisa kita dikatakan sholat diam...kan udah lupa ama Allah (kalaw Dia sudah mewajibkan sholat 5 waktu)..

HADARI mengatakan...

sholat diam.setuju...dg artian mengingat Allah terus menerus..
Mengingat keagunganNya...
Mengingat kekuasaanNya
jangan lupa..mengingat Allah juga berarti harus ..
Mengingat perintah dan laranganNya..
Diantara perintah Allah adalah..mengerjakan sholat (sembahyang) 5 waktu...
Kalaw kita meninggalkan sholat 5 waktu mana bisa kita dikatakan sholat diam...kan udah lupa ama Allah (kalaw Dia sudah mewajibkan sholat 5 waktu)..

HADARI mengatakan...

menanggapi komentar akhy diatas tentang mengenal Allah
nabi bersabda dalam hadisnya:
Tafakkaru fi kholqillah wala tafakkaru fi zhatillah
Artinya ; pikrkanlah olehmu akan
mahkluk allah dan jangan memikirkan zat Allah,
memikirkan ciptaanNya saja kita sudah tidak mampu apa lagi memikirkan bagaimana dzat Allah...
Jangan sibuk memikirkan dzat Allah bagaimana ..kalw kita memang beriman kalaw Allah itu ada, taatlah padaNya..dengan cara melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya..

Gathot Bayu mengatakan...

asslkm..
tentang slt dhaim dibahas jg di toriqot qodiriyah...guru sy menasihati jgn meninggalkan slt 5 wkt, kalopun meninggalkan slt itu dg sebab hilang kesadaran/akal..
kalo ada yg brpndpt u tdk salat, qt tdk boleh berdebat, qt hanya sebatas mengingatkan...dmikian..
wsslm

arman wijaya mengatakan...

apa ada yang tahu apa itu toriqot ampusiah??? mohon penjelasannya bila ada yang tahu

arman wijaya mengatakan...

apa ada yang tahu apa itu toriqot ampusiah??? mohon penjelasannya bila ada yang tahu

Anonim mengatakan...

Salam mas hadari,kita memang tidak boleh memikirkan zat allah,tp kita harus mengenal allah,awalludin makrifatullah (awal beragama harus mengenal allah)agar sempurna kesaksian kita.bagaimana klo kita blm mengenal lalu kita mau menyembah lalu apa yg kita sembah ?? Maaf ,jika ada salah kata .salam

Alfayz fayz mengatakan...

Sholat daim(kolbu atau batinia) sholat 5 waktu(gerakan atau lahiria)....kdua-duanya i2 d gabungkan mas bro klo kmu tdk gabungkan mka tdk lengkaplah drimu...krna sholat i2 adlah jasad meliputi batin.. Dan mas bro hrus tau yg mnyembah i2 siapa dan yg di sembah i2 siapa...dan jga apa i2 isinya sholat(sembayang), i2 mkax brtariqat jgn yg sembarang nti sesat loh.. (firmann Allah)Tuhan i2 lebih dkat dri urat leher hambanya jdi mas bro dmn Tuhan?????? Ini hanya sdikit klo mau tau lebih lnjut dtng ke bone... sulsel...

bahasa langit mengatakan...

komentarnya hebat semua....
tp memang begitulah adanya,semakin dijelaskan,semakin membingungkan....
semua tergantung keyaqinan dan Iman semata....
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai org2 yg beriman, bertakwalah kpd Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadaNya, dan berjihadlah pada jalanNya, supaya kamu mendpt keberuntungan

Anonim mengatakan...

bacaan sholat daim apa yaa?

Anonim mengatakan...

Anonim mungkin Tak sama Dg yg lain, ToLong kasi Tau Dikit aja.

Gemini Boy mengatakan...

la wong yg ngajari saja gak paham sholat daim.....apalagi yg tanya ?

DBS mengatakan...

Di dlm sholat 5 waktu itu jugalah sholat daim dilakukan.dan bagi yg sdh maqom( lingguh).dan dianya sdh mengenal dan liqo',maka dlm sholatnya selain mengingat terus menerus,dia akan lebur dirinya dg sang kholiq.Tiada dua dan hilanglah hamba dlm kasihNya.bahkan dia tdk lagi mengingat,karena dia telah melihat.salam....