Google

Jumat, 01 Februari 2008

Belajarlah Mati Sebelum Kematian itu Datang


     "Belajarlah Mati sebelum kematian itu datang". Kata-kata itu sepertinya hanya sebuah kata iseng yang diucapkan. Tetapi jika kita telaah dan pahami secara rinci, kata-kata itu mengandung makna yang sangat dalam dan sarat ilmu.
 

    Belajar mati disini bukanlah dalam artian kita harus bunuh diri untuk bisa mengecap sebuah kematian. Tetapi arti kata belajar mati di sini adalah mematikan segala bentuk hawa nafsu untuk bisa bertemu dengan Sang Khaliq.
      Orang yang beragama Islam juga memiliki kata-kata seperti itu yakni "Sholatlah kamu sebelum kamu disholati orang lain". Artinya, bagi orang yang beragama Islam harus menjalankan sholat yang sejati. Bukan sholat yang hanya sekedar "gugur kewajiban" saja. Tetapi sholat disini adalah mengenal, menghadap, menyembah Allah. Dengan sholat, kita bisa mengenali Allah. Dengan Sholat kita bisa berbicara dan berkomunikasi dengan Allah. Seusai sholat, kita akan bisa merasakan kenikmatan dalam berkomunikasi dengan Allah.
      Kembali pada pokok bahasan belajar mati. Dalam hal ini, belajar mati adalah berdiam diri (meditasi/samadhi) dengan mematikan hawa nafsu, pancaindera dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nafsu. Semata-mata yang bergerak adalah hati dan rasa. Rasa sejati dengan bimbingan dari Gusti ALLAH lewat Guru Sejati. Dengan samadhi/meditasi, maka seseorang bisa mematikan diri sendiri dan berkontemplasi, konsentrasi menghadap khusuk pada Gusti ALLAH.
      Dengan samadhi/meditasi, kita meninggalkan dunia ini untuk sementara waktu dan memasuki alam lain yakni alam jabarut, malakut hingga alam ilahiah. Dengan memasuki berbagai alam ini kita akan bisa melihat kebesaran dari Gusti ALLAH akan semua makhluk ciptaannya. Jika hal itu sering kita lakukan, maka sewaktu-waktu jika kita dipanggil oleh Gusti ALLAH (meninggal dunia), kita sudah siap.

Mengetuk Pintu Gusti ALLAH
      Tidak ada bedanya tatakrama ketika kita bertamu dengan ketika kita menghadap pada Gusti ALLAH. Kalau kita bertamu ke rumah rekan atau sahabat, tentunya harus mengetuk pintu terlebih dulu sebelum siempunya rumah keluar. Demikian pula ketika hendak menghadap pada Gusti ALLAH. Kita harus mengetuk pintuNYA.
      Mengetuk pintuNYA itu tidak dalam artian yang sebenarnya. Tetapi dalam artian meminta ijinNYA untuk bisa masuk ke alamnya. Manusia tidak akan bisa masuk dengan sendirinya tanpa mengetuk pintu Gusti ALLAH itu. Cara mengetuk pintu tersebut adalah dengan doa yang disebut dengan doa kunci.
      Doa tersebut hendaknya dibaca tujuh kali dengan menahan napas setiap kali membacanya. Doa tersebut berbunyi:

Gusti Ingkang Moho Suci
Kulo Nyuwun Pangapuro Dhumateng Gusti Ingkang Moho Suci
Sirrullah, Dzatullah, Sifatullah
Kulo Sejatining Satrio Nyuwun Panguoso
Kulo Nyuwun Kanggo Tumindhake Satrio Sejati
Kulo Nyuwun Kanggo Anyirnakake Tumindak Ingkang Luput.


     Dengan mengetuk pintu Gusti ALLAH tersebut, maka kita sudah bisa melanglang buana milik ALLAH yang tidak semua orang bisa memasukinya. Tentu saja, semua itu atas izin dari Gusti ALLAH sendiri sebagai pemilik alam semesta. Mudah-mudahan artikel tersebut dapat berguna. Rahayu...Rahayu....Rahayu....

10 komentar:

apurwa mengatakan...

Matio sak jeroning urip, supoyo biso urip sak jeroning mati...asyik bos!

kejawen mengatakan...

Yooo...kudu ngerti rasane mati....soalnya kalau nggak ngerti rasane mati besok kalau mati sungguhan bisa kebingungan dan kesasar-kesusur.

Anonim mengatakan...

Rahayu....
Nyuwun sewu.. derek urun rembug !
dulur kabeh... sebenarnya sangat beruntunglah bagi kita terlahir di tanah jawa ini. karena boleh percaya atau tidak memamng central kuasa Gusti Allah ada di jawa ini.
kalo boleh saya bilang sing dwe Gusti Allah iku cuman wong jowo Thok !!!
makane kita semua harus bangga jadi orang jawa, sebagai konskuensinya maka jangan malah membangga-banggakan orang dari luar dengan alasan sunnah !!! kita terlalu goblok untuk dibujuki terus..!!!
sadarlah dulur-dulur budaya jawa dan kebanggaan orang jawa telah dibunuh dari luar dengan berpakaiankan agama !!!
kalo samp mau jujur coba fikir dan resapi pertanyaan saya ini :
1. Apakah Tuha Allahu Akbar butuh agama ? apakh mungkin sang yang agung membeda-bedakan makhluknya, dan mengatakan bahwa agama si A saja yang benar ?? kalo begitu alangkah bodohnya Tuhan seperti itu ???
Dia sang yang agung tidak butuh apa-apa dari hambanya, yang Dia butuhkan hanyalah BENAR, benar mrnurut DIA benar menurut makhluknya !!! tanpa benar berarti bukan hukum Tuhan !!
sekian dulu.. lain kali sbisa disambung lagi..
Rahayu....

Anonim mengatakan...

Wah, kata-kata para kompentator kebablasan..
Agama itu adalah petunjuk Tuhan, melalui para utusanNya.
Manusia itu dalam hidup membutuhkan petunjukNya, agar hidup selamat di dunia dan di akherat, karena manusia memiliki banyak memiliki keterbatasan, shg membutuhkan petunjukNya..
Tuhan tidak akan mengadudomba hambaNya. Orang berselisih karena belum memahami benar petunjukNya.

Anonim mengatakan...

hohoho ojo serak serik marang kepercayaan ning liyan...
jangan suka menggugat kepercayaan org lain.
biarlah yg lain dijadikan pembelajaran untuk kita :-).
tidak usah melihat kuman dilautan kalau gajah didepan kita aja masih belum kelihatan..
dijadikan pembelajaran aja boss...
hehehehe
salam damai yoh
ngampunten ingkang kathah

rahayu

Maulana Al-Jauhari Lutfi d Jenar mengatakan...

Muhammad utawi niku asmoku,,,
Nur Muhammad utawi niku cahyoku,,,
Rosulullah utawi rasaning yo iku rosoku,,,,
Allah utawi Badanku,,,,
Lan dzat Niku ,,,,,,????

Jepara Bumi Kartini mengatakan...

Itu adalah ajaran romo semono
akan saya cuplikan sebagai berikut

1. "K U N C I"

“ Kunci iku dhudhu unine, dhudu unen-unene, nanging kang mahanani uni” (Kunci itu bukan bunyinya, bukan kata-katanya, tetapi yang menyebabkan adanya bunyi).

Dalam menjalani Laku selama 41 tahun, Romo Semono menghabiskan waktu 25 tahun hanya untuk melengkapkan “Kunci” saja.
Tiap saat beliau hanya dapat satu huruf. Beberapa saat lagi, baru satu huruf lagi. 25 tahun baru huruf huruf yang beliau dapat itu lengkap, menjadi “Kunci”.

Kata-kata “Kunci” :

Gusti ingkang Moho Suci,
Kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti ingkang Moho Suci;
Sirolah, Dhatolah, Sipatolah;
Kulo sejatine satriyo (untuk pria)/wanito (untuk wanita),
nyuwun wicaksono, nyuwun panguwoso,
kangge tumindhake satriyo(untuk pria)/wanito (untuk wanita) sejati;
Kulo nyuwun, kangge anyirnakake tumindhak ingkang luput.

TUTORIAL BLOG

Anonim mengatakan...

Agung Murjaya Bali
Dear brother and sister, ingatlah satu kata:
~hanya ada satu agama yaitu agama cinta kasih
~hanya ada satu kasta yaitu kasta manusia
~hanya ada satu bahasa yaitu bahasa hati
~negara negara banyak tapi dunia itu satu
~pulau2 itu banyak tapi matahari itu satu
~bintang2 itu banyak tapi langit itu satu
~agama memang banyak tapi tuhan itu satu
~thank bro n sister diseluruh tanah air

Santoso Giddion mengatakan...

mohon maaf , selaku putro Romo , saya mngucapkan slam kenal dengan para khadang semua , disiini saya hanya mengkritisi tentang tulisan kunci yang kurang lengkap, menurut hemat saya ada beberapa suku kata yang kurang tepat . dengan ini saya koreksi " Gusti Ingkang Moho Suci, Kulo nyuwun Pangapuro,Dumateng Gusti Ingkang Moho Suci , Sirollah ,Datullah<sifatullah, Kulo sejatine Satrio / wanito , Nyuwun Wicaksono, nyuwun Panguoso , kangge tumindake Satrio / wanito sejati ,Kulo Nyuwun Kangge anyirnaake Tumindak Ingkang Luput." semoga menjadi periksa . Rahayu ..Rahayu...RahAYU

Alena Jauza mengatakan...

Ber Tauhid lah yg benar, aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Alloh dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah rosul Alloh.
.. Alloh adlh tuhanku,Nabi Muhammad adlh Rosulku dan Al-quran adlh kitabku.
..Hanya Islam agama yg diridhoi Alloh, dan hanya Nabi Muhammad sebaik-baiknya panutan, dan Al Quran sebaik-baik pedoman karna firman Alloh.